Senin, 09 Januari 2012

RESUME
Jenis-jenis Membaca
A. Berdasarkan Sasaran Pembacanya.
1.      Membaca permulaan (kelas 1-2 SD).
2.      Membaca lanjut (kelas 3-6 SD,SMP,SMA dan sderajat).
B. Berdasarkan Cara Membacanya (Terdengar Tidaknya).
1.      Membaca nyaring : kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanyadengan ucapan dan intonasi yang tepat agar pembaca dapat melengkapi informasi yang disampaikan oleh penulis.
2.      Membaca dalam hati : kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya.
C. Berdasarkan Bahan Bacaanya.
1.      Intensif : Membaca yabg dilakukan secara cermatuntuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat. Membaca intensif dibagi mejadi dua yaitu :
·        Membaca Telaah.
·        Membaca Telaah Bahasa.
2.      Ekstensif : Membaca secara luas objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Membaca ekstensif dibagi menjadi tiga yaitu :
·        Membaca Survey.
·        Membaca Sekilas.
·        Membaca Dangkal.
D. Berdasarkan Klasifikasi Tujuan Baca .
1.      Tujuan Instuksional : pemahaman dan studi.
2.      Tujuan Ekspresif : memberikan maksud, gambaran, gagasan,perasaan.
E. Berdasarkan Tingkat Tujuan.
1.      Membaca Dasar : pusat perhatian pada bahasa tulis.
2.      Membaca Tinjauan : pusat perhatian pada pemahaman sebanyak-banyaknya.
3.      Membaca analitis : pusat perhatian pada pemahaman.
4.      Membaca Membandingkan : membaca topic yang sama dari beberapa sumber yang berbeda.
F. Berdasarkan Teknik Menemukan Informasi.
1.      Baca Pilih : memilih bahan bacaan sesuai dengan kebutuhan pembaca.
2.      Baca Lompat : menemukan bagian bacaan yang relevan dengan kebutuhan pembaca.
3.      Baca Layap : membaca cepat untuk memperoleh gambaran umum mengenai suatu teks.
4.      Baca Tatap : membaca cepat dan memusatkan pada bagian bacaan yang berisi informasi fokus yang dicari atau informasi yang telah ditentuakna sebelumnya.
RESUME
IDE POKOK DALAM PARAGRAF
A.Ide Pokok Dalam Paragraf
1.      Pengertian Ide Pokok
Ide pokok adalah inti suatu bacaan, baik dalam bentuk paragraf ataupun wacana. Inti atau ide pokok merupakn suatu konsep yang secara ordinatif mencakup konsep gagasan lain. Ide pokok merupakan gagasan yang secara struktural maknawi membawahkan gagasan lain.
2.      Cara menentukan ide pokok
·        Paragraf  induktif : ide pokok yang terletak pada akhir paragraf. Cirinya 1) letak kalimat utamanya di akhir paragraf, 2) dimulai dengan pernyataan khusus, 3) disusul dengan penjelasan umum.
·        Paragraf  deduktif : ide pokok yang terletak di bagian awal paragraf. Cirinya 1) letak kalimat utamanya di awal paragraf, 2) dimulai dengan pernyataan umum, 3) disusul dengan penjelasan khusus.
·        Paragraf induktif deduktif : ide pokok yang terletak pada bagian awal dan akhir paragraf. Cirinya 1) letak kalimat utamanya di awal dan di akhir paragraf, 2) kalimat utamanya yang di akhir paragraf bersifat penegasan kembali dengan susunan kalimat yang berbeda.
3.      Cara menyelesaikan soal mengenai ide pokok
·        Baca dengan teliti isi bacaan tersebut.
·        Ketahui terlebih dahulu bentuk paragraf penalarannya
·        Ambil kesimpulan berdasarkan bentuk penalaran serta isi lalu cocokan dengan pilihan jawaban yang ada.
RESUME
BENTUK-BENTUK MEMBACA
A.     Pengertian Paragraf
                                    Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah dengan cara penulisan yang harus dimulai dengan baris baru, terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan serta membentuk satu kesatuan pikiran.
B.     Macam-macam Paragraf Menurut Tujuannya
1.       Narasi
Paragraf narasi adalah paragraph yang bertujuan menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami kejadian itu sendiri.
Ciri-cirinya : adanya kejadian, ada alur (tokoh, tempat, dan waktu), adanya karakter tokoh.
2.       Deskripsi
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Paragraf deskripsi bertujuan memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan sejelas-jelasnya.
Ciri-cirinya : ada objek yang digambarkan, informasi yang disampaikan runtut, bersifat subyektif, bermakna konotasi.
3.       Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah paragraf atau karangan yang membuktikan kebenaran tentang alasan, contoh dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Tujuannya agar pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis.
Ciri-cirinya : ada pendapat yang disertai alasan yang logis untuk meyakinkan pembaca, bahasa yang digunakan bermakna denotative, bersifat obyektif, dan ditutup dengan kesimpulan.
4.       Persuasi
Paragraf persuasi adalah paragraf yang bertujuan untuk mempengaruhi, menghimbau, membujuk atau merayu pembaca sehingga pembaca tergiur atau terpengaruh untuk mengikuti keinginan penulis.
Ciri-cirinya : ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu, bersifat obyektif, berupa fakta.
5.       Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah karangan yang menyajikan atau memaparkan sejumlah pengetahun atau informasi. Tujuannya, pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas-jelasnya.
Ciri-cirinya : ada informasi untuk memaparkan suatu proses yang runtut, sistematis, dan berkelanjutan, adanya gambaran diagram untuk memperjelas isi paparan, berusaha member informasi yang jelas, bersifat obyektif, bermakna denotatif, dan berupa fakta dan opini.
C.     Cara Menetukan Ide Pokok
1.       Paragraf narasi ide pokoknya terletak diawal paragraf dan diakhir paragraph.
2.       Paragraf eksposisi cenderung deduktif
3.       Paragraf argumentasi, persuasi, dan deskriptif bisa deduktif bisa juga induktif sesuai dengan ide penulis.
RESUME
INFERENSI
A.     Memahami Inferensi
Inferensi berasal dari bahasa Inggris inference dan dari bahasa Latin in (dalam) dan ferre (membawa) (Lorens, 2002:349). Lebih lanjut terdapat pengertian rinferensi sebagai berikut:
1.       Proses logis atau konseptual dalam menarik makna dari satu pernyataan atau lebih.
2.       Simpulan yang dicapai
3.       Deduksi atau menarik suatu simpulan dari premis-premis yang diterima sebagai betul atau benar.
4.       Induksi, menarik suatu kesimpulan dari pernyataan-pernyataan factual yang diambil sebagai evidensi bagi kesimpulan.
B.     Menyusun inferensi
Untuk menyusun inferensi dapat diterapkan dua prinsip, yaitu prinsip analogi dan prinsip penafsiran local. Prinsip analogi adalah cara menafsirkan makna wacana yang didasarkan pada akal atau pengetahuan dan pemahaman umumnya. Prinsip penafsiran local menganjurkan kepada pembaca untuk menahami wacana berdasarkan konteks local yang melingkupi wacana itu sendiri.
C.     Menginferensi ide pokok
Ide pokok adalah hal pokok yang sedang dibahas atau dibicarakn, baik dalam tulisan maupun percakapan. Ide pokok dala msebuah tulisan dapat dirumuskan dalam sebuah kalimat yang disebut kalimat utama atau kalimat topik. Inferensi yang tepat atas ide pokok, baik dalam tulisan maupun lisan, akan menghindarkan pembaca/pendengar dari kesalah-pahaman pokok pembicaraan yang dikemukakan penulis/pembicara.
D.     Mengiferensi Urutan
Urutan yang dimaksut disina adalah urutan peristiwa atau kejadian yang dirangkaikan dalam sebuah pembicaraan atau sebuah tulisan. Urutan yang dijelaskan secara tepat tentu akan mempermudah pendengar/pembaca memahami jalannya cerita.
E.      Mengiferensi Perbandingan
Perbandiangan dalam sebuah bacaan dapat dinyatakan secara tersurat atau tersirat. Perbandingan biasanya berupa persamman dan perbedaan.
F.      Mengiferensi Hubungan Sebab Akibat
Hubungan sebab akibat merupakan hubungan antar proposisi yang satu manyatakan sebab dan proporsisi lain manyatakan akibat.
G.     Mengiferensi Watak Tokoh
Watak dalam kamus diartikan sebagai sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku, budi pekerti, tabiat. Ciri-ciri watak tokoh dapat dilihat dari tiga sudut pandang, yakni cirri-ciri fisik, hubungan tokoh dengan lingkungan, dan cirri-ciri kejiwaannya.
H.     Memprediksi Hasil
Kata prediksi berasal dari bahasa Inggris prediction, Latin praedictum (yang diramalkan) dan praedicare (memperkirakan) dari prae (sebelum) dicere (mengatakan, memberitahu, menyatakan) (Lorens, 2002:884). Prediksi merupakan pengetahuan inferensial yang dinyatakan sebelum terjadinya sesuatu yang sunggug-sungguh tiba atau diharapkan tiba, yang dibuat berdasarkan kebiasaan-kebiasaan dalam pengalaman-pengalaman lalu.
Kerangka : 1. Berhati-hati menggunakan jamur tiram karena mengundang hama.
                   2. Pasar jamur tiram masih sangat banyak

Anda harus hati-hati menggunakan bahan media tumbuh jamur tiram karena bisa mengundang hama. Hindari penggunaan pestisida. Selalu cari media dengan harga murah, murah pengelolaannya dan hasilnya maksimal. Beberapa waktu lalu telah dikembangkan inovasi terbaru dalam rangka mempermudah proses produksi jamur dan bahkan bisa memperbanyak hasil produksi, yaitu dengan menggunakan media enceng gondok dan sistem gantung. Ini bisa memotong jangka waktu panen sampai dengan 50% dari waktu normal.
Selain enceng gondok dan sistem gantung, Anda dapat pula menggunakan sumber bahan seperti jerami, tongkol jagung, limbah sawit dan pollar.
Pasar jamur tiram memang masih sangat besar, mengingat rasanya yang enak, mengandung protein nabati yang tidak mengandung kolesterol, dapat mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung, mengurangi berat badan, dan diabetes. Selain itu kandungan Vitamin B kompleks pada jamur tiram tergolong tinggi, sehingga dapat menyembuhkan anemia, antitumor, dan mencegah kekurangan zat besi. Produk pangan berbasis jamur ini digemari juga di luar negeri. Ekspor jamur tiram dikemas dalam bentuk kering atau dikalengkan telah dikirim ke negeri Singapura, Taiwan, Jepang, Hongkong.
Resume adalah ikhtisar/ringkasan materi yang berisi hal-hal pokok.
 
Makalah adalah tulisan resmi yang berisi suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut disertai analisis logis dan objektif untuk disampaikan dalam suatu acara diskusi/seminar hingga akhirnya disusun untuk diterbitkan
 
Artikel adalah tulisan resmi yang berisi suatu pokok bahasan untuk dimuat dalam jurnal (buku kumpulan artikel) sesuai dengan pedoman penulisan yang ditentukan
 
Laporan penelitian tulisan resmi yang berisi paparan persiapan, proses, dan hasil penelitian
 
Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain
 
Tulisan petunjuk berisi informasi untuk menunjukkan, memberi tahu, memberi arah, dan membimbing bagaimana sesuatu dilakukan/dijalankan
 
Surat merupakan tulisan yang dimaksud untuk menyampaikan keinginan penulis kepada pembaca
 
Resensi adalah sebuah ulasan yang berisi pembicaraan tentang buku/film yang baru terbit/dikeluarkan
 
Berita adalah keterangan mengenai kejadian/peristiwa faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar masyarakat
 
Opini adalah pendapat/pikiran/pendirian yang dapat ditulis melalui media teks untuk disampaikan kepada orang lain melalui media cetak (khususnya majalah, surat kabar) dan media elektronik
 
TIM FUTSAL PBSI
BRAWIJAYA – Tim futsal program studi Pendidikan Bahasa dan Sasatra Indonesia mengakui kekalahannya. Pertandingan futsal yang berlangsung pada 2 Desember 2011 di Premier Futsal Soekarno-Hatta Malang dimenangkan oleh ACEE FC. Radit salah satu pemain dari PBSI mengatakan pertandingan futsal yang pertama tim PBSI mengalahkan Maho United dengan skor 8 – 2. Tetapi, pada pertandingan kedua tim PBSI dikalahkan oleh ACEE FC. “Penyebab kekalahan tersebut adalah cideranya salah satu pemain PBSI karena kalah duel dengan pemain lawan,” ujar Radit. Awalnya tim PBSI merasa bisa menjuarai FIB Cup. “Tim PBSI sering latihan dan memenangkan setiap pertandingan persahabatan itu,” sambung dia. Namun, didalam pertandingan yang sesungguhnya tim PBSI harus mengakui kekalahannya.